Sport

Topuria vs Makhachev Batal, Malah Saling Sindir di Medsos

Jakarta (KABARIN) - Juara kelas ringan (70,3 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC) Ilia Topuria dan juara kelas welter (77,1 kg) UFC Islam Makhachev kembali berselisih karena gagal mendapatkan pemesanan untuk UFC Gedung Putih yang dijadwalkan pada 14 Juni 2026.

Berdasarkan laporan MMA Fighting yang dipantau di Jakarta, Rabu, Topuria dan Makhachev terlibat dalam perang verbal melalui media terkait kemungkinan pertarungan mereka. Meskipun kedua petarung tersebut telah naik kelas, Topuria bersikeras bahwa Makhachev menghindari pertarungan dengannya, sementara Makhachev bersikeras bahwa ia tidak pernah menolak pertarungan seperti itu dan hanya melakukan hal yang sama seperti Topuria, yaitu mengejar gelar kedua.

Baru-baru ini, Topuria kembali menegaskan hal tersebut dengan menyatakan bahwa hal pertama yang perlu dipahami adalah setiap orang membela posisinya masing-masing.

"Pemahaman saya dari UFC adalah mereka tidak akan mengandalkan saya untuk pertarungan di Gedung Putih, bahwa saya harus melakukan apa yang harus saya lakukan. Tapi saya pikir itu bagian dari negosiasi; itu tidak sama dengan Anda meminta kesempatan seperti mereka menghubungi Anda," katanya.

Petarung asal Spanyol itu menjelaskan bahwa saat berada di Republik Dominika, ia menerima telepon dari pihak UFC yang mengindikasikan bahwa ia mungkin akan berada di Gedung Putih untuk melawan Islam Makhachev.

Pada saat itu, kata dia, CEO UFC Dana White kemudian mengatakan bahwa dia akan mengumumkan seluruh susunan pertandingan dalam dua hari, sehingga Topuria menanggapi bahwa jika ia bertarung di UFC Gedung Putih maka ia akan melawan Makhachev.

"Tiba-tiba, mereka menelepon saya untuk memberi tahu bahwa Islam mengalami cedera dan dia akan melawan Justin Gaethje. Ada beberapa poin dalam negosiasi yang kami diskusikan, tetapi itu hal sekunder," katanya.

Makhachev pun tak butuh waktu lama untuk melihat komentar Topuria dan membalasnya melalui unggahan di media sosialnya.

Juara asal Dagestan, Rusia itu mengaku sudah bosan mendengar cerita bohong dari Topuria dan timnya. Makhachev mengatakan telah mendapatkan telepon dan menerima pertarungan di UFC Gedung Putih. Namun, keesokan harinya, ia diberitahu bahwa Topuria meminta bayaran yang tidak realistis sehingga UFC menolak dan Topuria mundur.

"Itu saja, tidak ada yang lebih dari itu. Bahkan manajernya pun mengonfirmasinya. Ilia, berhenti bicara. Setiap wawancara yang kau berikan menceritakan kisah yang berbeda. Kau mundur, dan kau tahu itu."

Sebagai informasi tambahan, CEO UFC Dana White membantah bahwa pertarungan Topuria melawan Makhachev itu pernah direncanakan. Manajer Topuria, Malki Kawa, juga mengatakan bahwa mereka menerima tawaran pertarungan melawan Makhachev atau Justin Gaethje, tetapi menyatakan, "itu lebih tentang angka dan keuangan".

Sementara itu, Makhachev belum dijadwalkan untuk mempertahankan gelar kelas ringannya, meskipun petarung peringkat nomor satu pound-for-pound itu diperkirakan kembali beraksi pada tahun ini.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: